Zodiak Ketiga Belas, Ophiuchus?

Zodiak Ketiga Belas, Ophiuchus?

Lewat satu diantara bab di buku The Jacatra Secret ‘Misteri Lambang Satanic di Jakarta’ karya Rizki Ridyasmara saya mengetahui Ophiuchus. The Snake Guard atau dalam Bhs Indonesia bermakna ‘Pengawal Ular’. Dalam bab itu dikisahkan kalau Ophiuchus ini yaitu satu diantara zodiak.

Pasti kita mengetahui jumlah zodiak sampai kini ada dua belas, Sagitarus, Capricornus, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo Libra, dan Scorpio. Namun terakhir, atau persisnya pada th. 2011 seperti yang ditulis dari dailymail. co. uk, Sabtu (15/1/2011), seseorang astronom Parke Kunkle mengatakan kalau ada perubahan Zodiak. Profesor Parke Kunkle, memiliki pendapat tempat sumbu bumi sudah berubah. Pergeseran ini mengakibatkan zodiak yang awal mulanya 12 zodiak jadi 13 zodiak.

Zodiak Ketiga Belas, Ophiuchus?

Ophiuchus sesungguhnya telah ada mulai sejak bangsa Babylonia berikan nama 13 konstelasi zodiak di langit. Tetapi, terakhir bangsa Babylonia diduga sudah ‘menghilangkan’ Ophiuchus karna mereka menginginkan jumlah konstelasi sama juga dengan jumlah bulan dalam setahun.

Atau bila merunut apa yang dibicarakan dalamThe Jacatra Secret, Rizki Ridyasmara menjelaskan kalau di banyak lambang puba, angka dua belas sesungguhnya satu tipuan kecil, penyembunyian atau penyandian, dari angka sejati sebenarnya, yaitu angka 13. (hal. 109)

Dalam astrologi, beberapa orang dengan zodiak Ophiuchus diakui mempunyai karakter jadi seseorang yang bijaksana serta mujur. Orang dengan zodiak ini dipercaya mempunyai usia panjang, kreatif dan mempunyai visi.

Oleh sebab ada menambahkan Ophiuchus jadi zodiak, jadi berlangsung pergeseran tanggal, berarti mereka yang terlebih dulu berada di Sagitarius umpamanya, jadi juga akan berubah ke Scorpio atau bahkan juga Libra.

Diambil dari situs detik. com, Pendapat Kunkle itu menyebabkan kontroversi di orang-orang luas. ” Dia (Kunkle-red) benar bila bumi beralih, namun astrolog sampai kini tidak mendasarkan perkiraan mereka pada konstelasi zodiak. ” tutur astrolog Jonathan Cainer.

Menurut dia sekali lagi, satu zodiak diberi nama atas konstelasinya, bukanlah pada tempat mereka di angkasa. Karenanya dia terasa beberapa orang tidaklah perlu sekali lagi mengkalkulasi ulang bintangnya sesudah menambahkan satu zodiak Ophiuchus.

Kecaman Jonathan Cainer serta keberatan beberapa orang kelihatannya memanglah memang berbanding lurus dengan apa yang ada saat ini tentang zodiak dan lamarannya. Di Indonesia umpamanya, dapat kita saksikan kalau media cetak ataupun on-line, hingga sekarang ini tidak sering ada—atau mungkin saja bahkan juga tak ada yang berisi ramalan mengenai beberapa orang dengan zodiak Ophiuchus. ramalanshio.com umpamanya, di media on-line yang seringkali menghidangkan ramalan zodiak harian ataupun mingguan, tak ada Ophiuchus dalam daftar ramalan zodiak mereka.